Pengenal (Identifier)

BAB IV

Identifier merupakan sebuah nama yang digunakan untuk keperluan penyimpanan suatu nilai,
pendaklarasian variabel, konstanta, type dan nama program maupun subprogram. Seorang
programmer tidak boleh sembarangan menuliskan nama identifier. Berikut ini adalah beberapa
aturan penulisannya:

1. Nama identifier harus dimulai (karakter pertama) dengan karakter huruf alfabet a-z atau
A-Z

2. Setelah karakter pertama, dapat dilanjutkan dengan karakter alfanumerik (angka maupun
huruf), dan underscore (_)

3. Dalam penulisan identifier tidak boleh menggunakan karakter-karakter berikut ini

QUOTE
~ ! @ # $ % ^ & * ( ) + ` – = { } [ ] : ” ; ‘ < > ? , . / |

4. Tidak boleh menuliskan identifier dengan nama yang sesuai kata tercadang (reserved
word) dalam PASCAL, seperti

QUOTE
and, array, begin, case, const, div, do, downto, else, end, file,
for, forward, function, goto, if, in, label, mod, nil, not, of,
or, packed, procedure, program, record, repeat, set, then, to,
type, until, var, while, with.

Kalaupun ingin tetap menggunakan kata tercadang di atas, kata tersebut harus
dirangkai dengan karakter lain. Misal program_if, begin1, dll.

PASCAL tidak bersifat case sensitive yang berarti bahwa besar kecilnya huruf dalam perintah
tidak dibedakan. Sebagai contoh, apabila diberikan 3 identifier MyProgram, MYPROGRAM, dan
mYpRoGrAm, maka ketiga identifier tersebut adalah sama.

lanjutt.. hal 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s